Tentang Desa
Desa Ciruas
Profil
Desa Ciruas
Pada masa dahulu Desa Ciruas mulanya hanya berupa hutan belukar atau rimba namun berangsur angsur datanglah masyarakat dari kerajaan antah berantah seperti Air Tiris, Rumpia, Jengkoleun dll dan Danau Bengkuang untuk membuka lahan perkebunan dan ladang berpindah pindah setelah hutan ditebang, mereka berladang kemudian ditanam karet tetapi mereka tidak bermukim ditempat tersebut hanya menginap beberapa hari kemudian mereka pulang, kemudian datang lagi untuk menjenguk kebun mereka.
Setelah masa penjajahan Jepang berakhir barulah ada masyarakat yang bermukim di Kampung Ranjeng, Gabral, Ciruas, Cembeh, Bunder dan Ciwandan dengan nama Desa Ciruas. Kebetulan pada waktu Zaman itu yang terpilih jadi Jaro adalah Kp. Ciruas, sehingga sampai saat ini disebut Desa Ciruas. Aadapun pemberi nama Desa Ciruas tersebut adalah Bapak Satab.
Pada jaman penjajahan Jepang Desa Ciruas dilintasi oleh aliran sungai yang disebut Kali Malang. Pada tahun 1930 masyarakat banyak mengelolah lahan-lahan menjadi sebuah persawahan/Pertanian.
Pada Tahun 1982 Desa Ciruas terjadi pemekaran Desa atas dasar permohonan masyarakat dengan pertimbangan luas wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak. Sehingga permohonan tersebut disetujui oleh Bupati Serang yang saat itu dijabat oleh Bapak MA. Sampurna. Adapun pemekaran wilayah Desa Ciruas dibagi menjadi 2 Desa yaitu :
- Desa Ciruas yang merupakan Induk, meliputi Kp. Cembeh, Kp. Bunder dan Kp. Ciwandan.
- Desa Ranjeng yang merupakan pecahan, meliputi Kp. Ranjeng, Kp. Gabral, dan Kp. Ciruas.
Karena Desa Ciruas dilintasi jalan Desa yang menghubungkan dengan Desa Ranjeng, perkembangan Kampung dan permukiman secara berangsur-angsur bertambah penduduk yang semakin banyak.
Desa Ciruas terbagi menjadi 2 RW dan 5 RT yang terdiri dari Kp. Cembeh, Kp. Bunder dan Kp. Ciwandan, kemudian disetiap Kampung dibangunlah sebuah Masjid dengan swadaya masyarakat. Selain itu juga dibangun sebuah Sekolah Dasar yang bertempat di Kp. Cembeh dan diberi nama SDN Cembeh.
Setelah pemekaran pada tahun 1982 yang dipimpin oleh Bapak H. Sarmana sebagai yang dipilih secara demokratis dan Bapak Arfa’i sebagai sekretaris desa, yang berakhir pada tahun 1996.
Adapun Pejabat Kepala Desa Ciruas mulai tahun 1996 berdiri sampai sekarang sebagai berikut :
- Tahun 1996-2003 dipimpin oleh Kepala Desa Bapak Ujang dan Bapak Mamad Asy’ari sebagai Sekretaris Desa.
- Tahun 2003-2009 dipimping oleh Kepala Desa Bapak Asep Sadeli dan Bapak Mamad Asy’ari sebagai Sekretaris Desa.
- Tahun 2009-2014 dipimping oleh Kepala Desa Bapak Nahrowi dan Bapak Mamad Asy’ari sebagai Sekretaris Desa.
- Tahun 2014-2021 dipimping oleh Kepala Desa Bapak Baihaqi dan Bapak Mamad Asy’ari sebagai Sekretaris Desa Pada tahun 2014-2017 Bapak Rudi Wawan sebagai Sekretaris Desa Pada tahun 2017-2021
- Tahun 2021-2027 dipimpin oleh Kepala Desa Bapak Darja
Visi
Terbangunnya tata kelola Pemerintahan Desa yang baik dan bersih demi mewujudkan Desa Ciruas yang sejahtera dan bermartabat.
Misi
- Menyelenggarakan Pemerintahan Desa yang demokratis yang terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme
- Mengedepankan musyawarah dalam setiap kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa
- Mengptimalkan pelayanan masyarakat dengan cepat, tepat dan benar
- Mengembangkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi.
Jajaran Staf Pemerintah Desa Ciruas
DARJA
HJ. ROIJAH, S.Ak
KURNIADI
BAYUDIN
SILVI DWI LESTARI
NASIKIN
HIDAYATI
LAMHARI